Jawaban Aktivitas 10.1 halaman 225 Pantun Pemantik, Agama Islam Kelas 7 SMP

Jawaban Aktivitas 10.1 halaman 225 Pantun Pemantik, Agama Islam Kelas 7 SMP

Jawaban Aktivitas 10.1 halaman 225 Pantun Pemantik, Agama Islam Kelas 7 SMP – Halo sobat bloggers, kali ini kita akan membahas mengenai Jawaban Aktivitas 10.1 halaman 225 Pantun Pemantik, Kalian akan diminta unutk membuat 1 Paragraf Mengenai Pesan Utama Dari Pantun. Materi ini bisa kalian temukan pada Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Materi ini bisa kalian temukan pada Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka. Jawaban pada artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan soal soal yang terdapat pada Buku Siswa. Namun, ada bainya kalian mencoba untuk mengerjakannya dulu sendiri ya. Setelah itu, baru kalian cocokan jawaban kalian dengan jawaban berikut ini.

Baca Juga: Jawaban Aktivitasku halaman 86 Intisari Cerita Perjalanan ke Madinah

Jawaban Aktivitas 10.1 halaman 225 Pantun Pemantik

Bacalah pantun di bawah ini!

Pantun 1

Pencuri sedang dikejar
Yang mengejar larinya payah
Jangan berhenti belajar
Agar terus berkembang seperti Bani Umayyah

Pantun 2

Pergi belajar ke rumah Yuan
Pulangnya mampir ke rumah Ransi
Pelajari ilmu pengetahuan
Agar berguna di hari nanti

Setelah pantun di atas dibaca, buat 1 paragraf mengenai pesan utama dari pantun di atas di buku tugas!

Jawaban:

Pantun 1

Pencuri sedang dikejar
Yang mengejar larinya payah
Jangan berhenti belajar
Agar terus berkembang seperti Bani Umayyah

Pesan Utama :

Jangan berhenti belajar, Denga belajar, kita bisa terus berkembang menjadi hebat seperti pada zaman keemasan Islam pada masa Bani Umayyah

Baca Juga: Jawaban Aktivitasku halaman 87 Intisari Cerita Yasrib menjadi Madinah

Baca Juga:  Jawaban Materi Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

Penjelasan:

Menuntut ilmu atau belajar merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim, baik muslimin ataupun muslimat. Tak hanya sebatas itu. Bahkan sebagian ulama berkata, “Sesungguhnya menuntut ilmu lebih utama daripada jihad di jalan Allah dengan pedang.” Sebab, untuk berjihad dengan pedang pun harus pakai ilmu. Selain mewajibkan, Islam juga memberikan “penghargaan khusus” bagi mereka yang berilmu. Didahulukan selangkah, ditinggikan seranting.

Ilmu pengetahuan yang berkembang di zaman Dinasti Umayyah dapat diuraikan sebagai berikut :

Al Ulumus Syari’ah,

yaitu ilmu-ilmu Agama Islam, seperti Fiqih, tafsir Al-Qur’an dan sebagainya.

Al Ulumul Lisaniyah

yaitu ilmu-ilmu yang perlu untuk memastikan bacaan Al Qur’an, menafsirkan dan memahaminya.

Tarikh

yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya, riwayat hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh bangsa-bangsa lain.

Baca Juga: Jawaban Aktivitasku halaman 89 Intisari Cerita Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah

Ilmu Qiraat,

yaitu ilmu yang membahas tentang membaca Al Qur’an. Pada masa ini termasyhurlah tujuh macam bacaan Al Qur’an yang terkenal dengan Qiraat Sab’ah yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan, yaitu cara bacaan yang dinisbahkan kepada cara membaca yang dikemukakan oleh tujuh orang ahli qiraat,

Ketujuh ahli tersebut yaitu Abdullah bin Katsir (w. 120 H), Ashim bin Abi Nujud (w. 127 H), Abdullah bin Amir Al Jashsahash (w. 118 H), Ali bin Hamzah Abu Hasan al Kisai (w. 189 H), Hamzah bin Habib Az-Zaiyat (w. 156 H), Abu Amr bin Al Ala (w. 155 H), dan Nafi bin Na’im (169 H).

Ilmu Tafsir

yaitu ilmu yang membahas tentang undang-undang dalam menafsirkan Al Qur’an. Pada masa ini muncul ahli Tafsir yang terkenal seperti Ibnu Abbas dari kalangan sahabat (w. 68 H), Mujahid (w. 104 H), dan Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Ali bin Husain dari kalangan syi’ah.

Baca Juga:  Jawaban Materi Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dan dengan Syu’abul (Cabang) Iman
Ilmu Hadis

yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad al-Hadis, karena banyak Hadis yang bukan berasal dari Rasulullah. Diantara Muhaddis yang terkenal pada masa ini ialah Az Zuhry (w. 123 H), Ibnu Abi Malikah (w. 123 H), Al Auza’i Abdur Rahman bin Amr (w. 159 H), Hasan Basri (w. 110 H), dan As Sya’by (w. 104 H).

Baca Juga: Jawaban Aktivitas Kelompok halaman 89 Cerita Gambar Alur Cerita Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah

Ilmu Nahwu

yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat didalam berbagai posisinya. Ilmu ini muncul setelah banyak bangsa-bangsa yang bukan Arab masuk Islam dan negeri-negeri mereka menjadi wilayah negara Islam.

Adapun penyusun ilmu Nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang adalah Abu Aswad Ad Dualy (w. 69 H). Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib, sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib sebagai Bapaknya ilmu Nahwu.

Ilmu Bumi (al- Jughrafia)

lmu ini muncul oleh karena adanya kebutuhan kaum muslimin pada saat itu, yaitu untuk keperluan menunaikan ibadah Haji, menuntut ilmu dan dakwah, seseorang agar tidak tersesat di perjalanan, perlu kepada ilmu yang membahas tentang keadaan letak wilayah. Ilmu ini pada zaman Bani Umayyah baru dalam tahap merintis.

Al-Ulumud Dakhilah,

yaitu ilmu-ilmu yang disalin dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab dan disempurnakannya untuk kepentingan kebudayaan Islam. Diantara ilmu asing yang diterjemahkan itu adalah ilmu-ilmu pengobatan dan kimia. Diantara tokoh yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah (w. 86 H).

Baca Juga: Jawaban Aktivitas 10.4 halaman 230 Peta Konsep Mengenai Sejarah Berdirinya Umayyah di Spanyol

Baca Juga:  Jawaban Aktivitasku halaman 89 Intisari Cerita Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah

Pantun 2

Pergi belajar ke rumah Yuan
Pulangnya mampir ke rumah Ransi
Pelajari ilmu pengetahuan
Agar berguna di hari nanti

Pesan utama :

Hendaknya kita Mempelajari berbagai Ilmu pengetahuan yang pasti akan berguna pada suatu hari nanti

Keutamaan akan ilmu ini seyogyanya dapat menjadikan setiap Muslim senantiasa bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Syaikh Az Zarnuji mengatakan, bahwa diantara hal yang penting dalam menuntut ilmu yang harus diperhatikan adalah fil jiddi (kesungguhan).

Jika sesuatu dilakukan dengan kesungguhan, maka Allah subhanhu wa ta’ala akan memberikan keberhasilan di dalamnya. Selain kesungguhan (al jiddu), juga perlu diiringi dengan sikap kesungguhan yang terus menerus (al muwazobah) dan komitmen (al muzallimah) dalam menuntut ilmu.

Baca Juga: Jawaban Aktivitas 10.2 halaman 226 Buatlah Pertanyaan Sesuai Bacaan, Agama Islam Kelas 7

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai Jawaban Aktivitas 10.1 halaman 225 Pantun Pemantik yang dapat bloggers berikan. Kalian bisa menemukan materi ini pada Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas 7 Kurikulum Merdeka.

Yang perlu diperhatikan adalah jawaban yang bloggers berikan tidak mutlak kebernarannya. Bloggers memberikan informasi sebagai bahan kalian belajar dirumah dan tidak menjadi acuan utama. Yang utama adalah materi yang kalian dapatkan dari bapak/ ibu guru kalian di sekolah ya! Semoga bermanfaat!