Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gerakan Shalat Menurut Medis

Gerakan Shalat Menurut Medis

Kesehatan merupakan hal yang dicari oleh semua orang. Menurut World Health Organitation (WHO) kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental, dan sosial serat bukan hanya merupakan bebas dari penyakit. Salah satu cara menjaga agar tubuh tetap sehat dalam keadaan sehat adalah dengan gaya hidup yang sehat. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Menurut Dr. Sagiran (2007) pencegahan penyakit bisa dilakukan dengan gerakan gerakan shalat yang meliputi berdiri, ruku’, sujud, dan duduk adalah yang mirip olahraga yang bila dijaga oleh manusia dan dilakukan dengan benar dan tuma’ninah maka akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Rasullallah SAW Bersabda, “Bangun dan Shalatlah, karena sesungguhnya di dalam shalat itu terdapat obat” (HR Ibnu Majah).

Banyak buku-buku yang menjelaskan hasil penemuan tentang korelasi shalat dengan kesehatan, diantaranya seperti yang ditulis oleh M Sanusi dalam bukunya yang berjudul kedahsyatan Shalat bagi Kesehatan Manusia. Beliau menjelaskan, “ Menemukan korelasi shalat dengan kesehatan fisik dan psikis adalah sebuah penemuan besar yang sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern. Selain menjanjikan pahala yang besar, salat juga menjanjikan terapi bagi keseluruhan tubuh manusia, baik yang bersifat jasmani apalagi rohani.

Khusus mengenai fungsi gerakan shalat, Drs Madyo Wratsongko MM, juga menulis dalam bukunya Mukjizat Gerakan Shalat. Diantaranya beliau menjelaskan, gerakan shalat berfungsi memaksimalkan suplai oksigen murni atau elektrolit dalam darah melalui  pipa darah pada leher, kepala, otak, telinga, mata, wajah dan hidung. Suplai oksigen itu untuk membuka pembuluh darah halus dan sistem saraf, melenturkan ruas tulang belakang, mengaktifkan sistem keringat, sistem pemanas tubuh, membakar kolesterol, asam urat, gula darah, karbohidrat, membuang energi negatif dari tekukan, tarikan ruas tulang belakang dan jari-jari kaki, mengaktifkan sistem laser infra merah di telapak kaki dan tangan.

Beberapa Efek dan manfaat dari setiap gerakan sholat yang kita lakukan:

1. BERDIRI TEGAK & TAKBIRATUL IHRAM

a. Berdiri tegak

  • Pelurusan tulang belakang sebagai  awal latihan pernapasan, pencernaan dan tulang, otot punggung sebelah atas dan bawah kendur
  • Melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan
  • Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh
  • Berdiri dengan tubuh terasa ringan (BB tertumpu pada dua kaki), posisi anatomis dan Seluruh otot, tulang dan sendi berada dalam posisi pasif serta relaksasi
  • Pandangan terpusat pada tempat sujud sehingga pikiran dalam keadaan terkendali
  • Otak, anggota atas dan bawah menyatu membentuk kesatuan tujuan

b. Takbiratul Ihram

  • Gerakan takbir membuat otot-otot dada mengembang secara pasif dan paru mengembang secara pasif sehingga:

-(hukum tekanan negatif) udara (oksigen) bisa masuk secara optimal hingga ke pembuluh paru terkecil (alveoli)

-organ jantung leluasa berdenyut

-oksigenasi optimal otak

  • Putaran lengan pada bahu membuat stimulus regangan/tarikan cabang besar saraf di bahu (pleksus brakialis) sehingga fungsi optimal
  • Kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah supaya menghindarkan dari berbagai gangguan persendian,khususnya tubuh bagian atas.

2. RUKU'

Ruku' atau Rukuk (bahasa Arab: رُكوع) merujuk kepada sikap yang dibuat membungkuk dan didampingi dengan membaca bacaan zikir di dalam salat. 

Rukuk sempurna yaitu  tulang belakang lurus (bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah).

Dari Wabishoh bin Ma’bad, ia berkata,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فَكَانَ إِذَا رَكَعَ سَوَّى ظَهْرَهُ حَتَّى لَوْ صُبَّ عَلَيْهِ الْمَاءُ لاَسْتَقَرَّ

“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat. Ketika ruku’, punggungnya rata sampai-sampai jika air dituangkan di atas punggungnya, air itu akan tetap diam.“(HR. Ibnu Majah no. 872. Juga diriwayatkan oleh Ath Thobroni dalam Al Kabir dan Ash Shoghir, begitu pula oleh ‘Abdullah bin Ahmad dalam Zawaid Al Musnad).

Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Abu Humaid As Sa’idiy berbicara mengenai cara ruku’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ يَصُبُّ رَأْسَهُ وَلاَ يُقْنِعُ مُعْتَدِلاً

“Ketika ruku’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membuat kepalanya terlalu menunduk dan tidak terlalu mengangkat kepalanya (hingga lebih dari punggung), yang beliau lakukan adalah pertengahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1061 dan Abu Daud no. 730. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Manfaat gerakan ruku' sebagai berikut:

  • Kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf dan merawat kelenturan tulang belakang yang berisi medula spinalis beserta aliran darahnya.
  • Pelurusan tulang belakang ini mencegah terjadinya pengapuran
  • Posisi jantung sejajar dengan otak sehingga aliran darah maksimal di tubuh bagian tengah.
  • Letak bahu dgn leher sejajar agar menjaga kelenturan tulang leher & tengkuk sehingga aliran darah dan getah bening ke leher lancar.
  • Posisi membungkuk disertai dengan wajah menghadap ke depan membuat serabut saraf tulang belakang relaksasi, termasuk saraf otonom (simpatik dan parasimpatik) dan mengatur irama kerja organ dalam (jantung, paru, usus, organ reproduksi, alat kelamin dan-lain-lain).
  • Penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan berakibat melancarkan kemih dan mencegah gangguan prostat
  • Memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha dan betis belakang.
  • Meletakkan Tangan pada lutut seraya meluruskan tulang belakang dan menahannya

- mempelancar darah dan gerah bening sehingga makanan bagi tulang belakang beserta ligament dan otot pendukungnya akan terjamin

- Menguatkan otot persendian kaki, relaksasi bagi otot bahu, meringankan tegangan pada lutut, meregangkan otot punggung sebelah bawah, otot paha, dan otot betis secara penuh

- Tekanan akan terjadi pada otot lambung, perut dan ginjal sehingga darah akan terpompa ke atas tubuh

Abu Humaid As Sa’idiy berkata mengenai cara shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata,

فَإِذَا رَكَعَ أَمْكَنَ كَفَّيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ وَفَرَّجَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

“Jika ruku’, beliau meletakkan dua tangannya di lututnya dan merenggangkan jari-jemarinya.” (HR. Abu Daud no. 731. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

3. I'TIDAL

I'tidal merupakan posisi bangkit setelah selesai rukuk. Gerakannya yakni dengan memposisikan punggung dalam keadaan lurus dan mengangkat dua tangan sejajar dengan bahu atau telinga. 

Manfaat dari gerakan i'todal sebagai berikut:

  • Gerak latihan pencernaan (pemijatan dan pelonggaran organ perut secara bergantian) sehingga pencernaan menjadi lebih lancar
  • Saat berdiri dari ruku’ dengan mengangkat tangan berakibat:

-darah dari kepala akan turun ke bawah, TD cerebellum berkurang tekanan darahnya sehingga menjaga keseimbangan tubuh dan mencegah pingsan secara tiba-tiba.

-Stimulus cabang besar saraf di bahu dan ketiak (melayani organ jantung, paru dan sebagian organ pencernaan sehingga fungsi optimal

  • Postur tubuh kembali tegak sehingga memberikan tekanan pada aliran darah untuk bergerak ke atas.

4. SUJUD

Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat gerakan sujud sebagi berikut:

  • Badan dari belakang rata ke depan, kedua telapak tangan ditempelkan pada lantai/tanah, dan kaki ditekuk, meluruskan tulang belakang dan meregang otot hingga rongga perut mengecil

-mencegah hernia

-usus dipijat sehingga melancarkan peristalsis dan memudahkan BAB

-aliran darah lancar sehingga mencegah ambeien/wasir (hemoroid)

- otot-otot perut berkembang baik

  • Aliran getah bening dari tungkai perut dan dada dipompa ke bagian leher dan ketiak
  • Peregangan otot leher yang kaku karena stres
  • Melatih tulang belakang dan beserta otot di sekitarnya
  • Posisi jantung di atas otak agar darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak dan kepala sehingga mempengaruhi daya pikir dan kecerdasan
  • Beban tubuh bagian atas ditumpukan pd lengan hingga telapak tangan berefek :

-latihan kekuatan otot dada & sela iga sehingga rongga dada besar & paru berkembang baik dan menghisap udara optimal

-muka yang menempel pada lantai seperti pijatan refleksi sehingga melancarkan peredaran darah dan mengendorkan saraf di muka dan mencegah pusing, migrant, dll.

-Memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke mata, telinga, hidung, leher, dan pundak, serta hati

-membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung dan minimalisasi resiko penyakit jantung koroner

Khusus bagi wanita, rukuk & sujud memiliki manfaat kesuburan (fertilitas) dan kesehatan organ kewanitaan

  • (Wanita): bentuk payudara lebih baik & memperbaiki fungsi kelenjar air susu
  • Pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada sehingga otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externus) kontraksi penuh

-melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama agar persalinan lebih mudah

-otot perut kuat & lebih elastis

-Mempertahankan organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

5. DUDUK

Duduk ada dua macam yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Gerakan ini perbedaan hanta terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat gerakan  duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir) sebagai berikut:

  • Penekukan jari-jari yg berada pada kaki kanan bermanfaat

-merefleksikan (pijat refleksi) saraf kaki dan memperlancar peredaran darah hingga ke saraf kepala

-stimulator fungsi vital sistem organ: 

ibu jari      : fungsi energi tubuh

jari telunjuk : fungsi pikiran

jari tengah   : fungsi pernapasan

jari manis    : fungsi metabolisme dan detoksifikasi material dlm tubuh

jari kelingking : fungsi liver (hati) dan sistem kekebalan tubuh

  • Telapak tangan bertumpu pada paha dengan cara menekan dinding perut sejajar dengan ginjal sehingga mengoptimalkan fungsi ginjal.
  • Menggerakkan isi perut ke arah bawah agar membantu pencernaan
  • Relaksasi paha dan merangsang otot-otot pangkal paha supaya mengurangi rasa nyeri dan sakit pada pangkal paha
  • Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk membuat otot tungkai meregang dan kemudian relaks kembali sehingga menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak
  • Bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan N. Ischiadius agar menghindarkan nyeri pangkal paha yg sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan
  • Menjaga kelenturan saraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki
  • Menyeimbangkan sistem saraf & keseimbangan tubuh
  • Tekanan pada vena di atas pangkal kaki menjadikan darah memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki
  • Mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis
  • tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum, punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan dan tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum.

- Wanita: memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum

- Pria: tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens serta mencegah impotensi.

6. SALAM

Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

Manfaat gerakan salam sebagai berikut:

  • Memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat

-menjaga kelenturan pembuluh darah leher

-mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung

  • Relaksasi otot sekitar leher dan kepala sehingga menyempurnakan aliran darah di kepala agar mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah

7. THUMA'NINAH

Thuma’ninah merupakan bentuk relaksasi dalam shalat dengan cara berdiam sejenak untuk merasakan istirahat atau bersantai (tenang) setelah mengalami kontraksi atau peregangan otot dan saraf. Gerakan ini bertujuannya agar mendapatkan kedamaian dan ketenangan, mengurangi rasa kecemasan, dll.

Manfaat Shalat

  • Dimensi Dzikrullah dengan istiqamah membuat Ketenangan pikiran dan ketenteraman hati
  • Dimensi gerak / olah raga dengan istiqamah menjadikan Kesehatan (meningkatkan imunitas dan mencegah penyakit)
  • BERIBADAH secara kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri tubuh luar-dalam

Shalat tidak cukup sekadar "benar" gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tuma’ninah dan khusyuk.

Sangat disayangkan , walaupun ada Sunnah Nabi dan ditambah pula dengan penemuan secara ilmiah tentang korelasi shalat dengan kesehatan, namun masih banyak umat Islam yang kurang yakin dangan hal tersebut, terbukti banyak yang tidak mau berusaha memelihara kesehatannya dengan pengamalan shalat yang tepat. Apalagi untuk berobat melalui shalat, kebanyakan mereka hanya yakin dengan pengobatan secara medis saja.

Logika Wahyu dan Sunatullah itu benar dan wajib mengimaninya walaupun kita tidak dapat membuktikannya. Ternyata masih banyak rahasia kebesaran Allah.


Baca Juga:

Mandi Saat Demam WhayNot

Obat Dalam Al-Quran dan Hadits

The Power Of Bedong

Posting Komentar untuk "Gerakan Shalat Menurut Medis"